Di tengah semangat pembangunan karakter dan kepemimpinan di kalangan siswa, Yayasan DDI Bucend Nabire kembali menggelar acara penting, yaitu pelantikan ketua pelajar baru santri putra dan santri putri. Ahad, 31 Desember 2023 malam acara ini merupakan momen istimewa yang tidak hanya mengukuhkan seorang santri putra dan putri sebagai pemimpin tetapi juga mendorong pertumbuhan kepemimpinan di kalangan generasi muda di dalam pondok dan lingkungan sekolag
Tehitung dari tahun 2020 sudah ketiga kalinya DDI Bukit Cenderawasi Nabire melantik santri putra dan santri putri menjadi ketua pelajar untuk lingkungan pondok dan sekolah. Ini adalah bagian dari strategi yayasan untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berkolaborasi di kalangan siswa. Pemilihan ketua pelajar melibatkan proses seleksi yang ketat, mencakup aspek-aspek seperti integritas, komunikasi efektif, dan dedikasi terhadap pelayanan. Bukan hanya sekedar nama, diharapkan ketua pelajar dapat mengembangkan dan meningkatkan semangat belajar dan berdaqwah dengan santri yang lain.

Setelah proses seleksi ketua pelajar diawali dengan pendaftaran oleh siswa yang berminat untuk mencalonkan diri. Para calon kemudian mengikuti serangkaian tahap, termasuk wawancara, presentasi visi-misi, dan uji kepemimpinan praktis. Kriteria utama yang dinilai mencakup integritas, keterampilan komunikasi, kemampuan memimpin, dan dedikasi terhadap pembangunan komunitas sekolah. Kemudian melalu diskusi dengan Pimpinan Pondok, Pembina, dan para dewan guru melalui beberapa pertimbangan akhirnya dengan harapan yang baik terpilih Ananda Muhammad Dzulfikar Aman sebagai ketua pelajar santri putra dan Anandi Airien Hajar sebagi ketua pelajar santri putri.

Acara pelantikan merupakan puncak dari seluruh proses seleksi dan penilaian. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri, guru, pembina, Ustadz serta Ustadzah dan tentu saja, pimpinan Yayasan DDI Bucend Nabire Ustadz Darwis. Pada acara ini, ketua pelajar terpilih diumumkan dan diambil sumpah jabatan untuk memimpin selama satu tahun ke depan.

Ketua pelajar tidak hanya menjadi representasi siswa di tingkat kepemimpinan sekolah tetapi juga bertanggung jawab atas berbagai inisiatif yang meningkatkan kesejahteraan siswa dan memperkuat ikatan antaranggota komunitas sekolah. Tugas ini mencakup penyelenggaraan kegiatan sosial, mendengarkan aspirasi siswa, dan berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk perbaikan terus-menerus. Serta dalam lingkungan pondok diharapkan ketua pelajar dan pengurusnya menumbuhkan semangat dalam mempelajari ilmu agama dan berdaqwa untuk menyebarkan ilmu yang didapat agar dapat menjadi manfaat bagi Masyarakat nantinya.

